
Rabu, 28 Mei 2008
Download Driver Mau ?!

Serial Number Windows

Bravo IT Indonesia ...
Window XP-SP-1:-WC6KV- YG48T-JB44B- DJCJC-KVYYQ
Window XP-SP-2:-T8F9M- X92C2-9499M- BPQQK-2GQ36
Window XP-SP-3(EGYPTIAN HAK):-BTFRC- GHC7V-2WFBW- Y42XW-9WDKY
Windows XP Corporate :::: FCKGW-RHQQ2-YXRKT-8TG6W-2B7Q8
-Windows XP CORPORATE C/SP2 :::: VDDF2-JJWM3-X7P27-FRHRT-8BVHT
-Windows XP Home BR :::: K8GMG-PRV3M-VG2JH-DJJ48-RY7FV
-Windows XP Professional C/SP2 BR :::: BX6HT-MDJKW-H2J4X-BX67W-TVVFG
-Windows XP Professional - Inglês :::: FCKGW-RHQQ2-YXRKT-8TG6W-2B7Q8
-Windows XP BR :::: JB88F-WT2Q3-DPXTT-Y8GHG-7YYQY
-Windows XP Server :::: BJXGH-4TG7P-F9PRP-K6FJD-JQMPM
-Windows Server 2003 Enterprise Corporate Edition :::: JB88F-WT2Q3-DPXTT-Y8GHG-7YYQY
-Windows 2003 Standard Server :::: M6RJ9-TBJH3-9DDXM-4VX9Q-K8M8M
-Windows 2003 Web Server :::: d42x8-7mwxd-m4b76-mkyp7-cw9fd
-Windows 2003 Server Corporate 3 in 1 :::: JB88F-WT2Q3-DPXTT-Y8GHG-7YYQY
-Windows 2003 Server/Enterprise/MSDN :::: QW32K-48T2T-3D2PJ-DXBW
Jumat, 23 Mei 2008
Sepatu Emas Untuk Yesus

Mengapa aku datangg ke kota hari ini? Aku heran. Kakiku hampir sama sakitnya dengan kepalaku. Di dalam daftarku berisi nama-nama orang yang katanya sih, tidak ingin dibelikan apa-apa, tetapi aku tahu mereka akan sedih jika aku tidak membelikan mereka sesuatu.
Membelikan seseorang yang telah memiliki segalanya dan menyayangkan harga-harga barang yang mahal, aku pertimbangkan untuk membeli apa saja asalkan sesuatu yang lucu.
Dengan tergesa-gesa, aku memenuhi kereta belanjaku dengan barang-barang yang masih tersisa dan segera keluar. Aku pilih antrian yang paling pendek, tetapi nampaknya bisa memakan waktu 20 menit mengantri.
Di depanku ada dua anak, seorang anak laki-laki berusia sekitar 5 tahun dan seorang gadis kecil yang sedikit lebih muda. Anak laki-laki itu memakai sebuah mantel yang buruk. Sobekan-sobekannya dalam celana jeansnya yang kependekan. Dia menyerahkan beberapa lembar dolar yang sudah lusuh dari tangan kotornya.
Si gadis kecil itu berpakaian serupa dengan kakaknya dan rambutnya tipis keriting. Dia membawa sepasang sandal rumah yang berkilauan seperti emas, sambil bersenandung mengikuti lagu natal yang diputar di toko, tidak tepat nada, tetapi dengan begitu gembira.
Ketika kami akhirnya sampai di meja kasir, gadis itu meletakkan barangnya didepan kasir dengan hati-hati. Dia memperlakukannya seperti barang yang berharga.
Kasir melihat laber harganya. "Harganya $6.09," katanya.
Si anak laki-laki melentakka uang dalam genggamannya sambil mencari-cari ke dalam kantongnya. Akhirnya dia mengumpulkan $3.12. "Sepertinya kita harus meletakkannya kembali." dengan berani dia berkata. "Kita kembali lagilain waktu, mungkin besok"
Seiring dengan pernyataan tersebut, terdengarlah isakan kecil dari gadis cilik. "Tetapi Yesus akan menyukai sepatu ini," tangisnya.
"Baiklah, kita pulang dan kerja lagi. Jangan menangis. Kita pasti kembali lagi, " jamin si kakak.
Dengan cepat aku memberikan $3.00 pada kasir. Anak-anak ini sudah lama mengantri. Dan lagi pula, ini 'kan hari Natal.
Tiba-tiba sepasang tangan memelukku dan sebuah suara kecil berkata, "Terima kasih, Nona"
"Apa maksudmu saat mengatakan Yesus akan menyukai sepatu itu?", aku bertanya.
Anak laki-laki itu menjawab, "Ibu kami sedang sakit dan akan pergi ke surga. Kata Ayah, Ibu mungkin akan pergi sebelum Natal untuk tinggal bersama Yesus."
Si gadis cilik berkata-kata."Guru sekolah minggu bilang bahwa jalan-jalan di surga adalah emas yang berkilau-kilau, sama seperti sepatu ini. Bukankah ibuku akan terlihat cantik berjalan-jalan disana dengan sepatu ini?".
Mataku basah saat aku melihat wajahnya yang penuh airmata. "Ya", jawabku, "Ibumu pasti cantik dengan sepatu itu."
Diam-diam, aku bersyukur kepada Tuhan karena telah memakai anak-anak itu untuk mengingatkan aku akan semangat memberi yang sesungguhnya.
From: Kelly Kaman
Chicken Soup For the Christian Soul
Kamis, 01 Mei 2008

Bhinneka Part No:
SKU00108798
Shipping Weight (Tarif)
9 kg
Price
Rp 6,799,000 (1 USD = 9310)
Detail Specifications
Platform
Notebook PC with Intel Centrino Duo Technology
Processor Type
Intel Pentium Dual Core Prosessor
Processor Onboard
Intel® Pentium® Dual-Core T2370 (1.73 GHz, FSB 533, Cache 1 MB)
Chipset
Intel 965GM
Standard Memory
512 MB DDR2 SDRAM PC-5300
Max. Memory
4 GB (2 DIMMs)
Video Type
Intel® Graphics Media Accelerator X3100 256 MB (shared)
Display Size
12.1" WXGA TFT
Display Max. Resolution
1280 x 800
Display Technology
CrystalBrite TFT
Audio Type
Integrated
Speakers Type
Integrated
Floppy Drive
Optional
Hard Drive Type
120 GB 5400 RPM
Optical Drive Type
DVD±RW
Modem
Integrated
Networking
Integrated
Network Speed
10 / 100 / 1000 Mbps
Wireless Network Type
Intel PRO/Wireless 3945ABG
Wireless Network Protocol
IEEE 802.11a, IEEE 802.11b, IEEE 802.11g
Wireless Bluetooth
Integrated
Keyboard Type
QWERTY 84 keys
Input Device Type
Touch Pad
Slot Provided
ExpressCard/ 54
Card Reader Provided
SD, MMC, Memory Stick / Stick PRO, xD-Picture Card
Interface Provided
3x USB 2.0, VGA, LAN, Audio
O/S Provided
Pre-sales Request Available
Battery Type
Rechargeable Lithium-ion Battery
Power Supply
External AC Adapter
Dimension (WHD)
304 x 42 x 223 mm
Weight
2.04 kg
Standard Warranty
1-year Limited Warranty by Authorized Distributor
Bundled Peripherals
Carrying Case
Others
Integrated Acer Crystal Eye webcam
Kamis, 24 April 2008
Makna Liburan dari Andrew Ho

Sebuah penelitian tentang perilaku manusia menyatakan bahwa rata-rata manusia menghabiskan waktu 25 tahun untuk tidur. Sedangkan 8 tahun lainnya untuk menyelesaikan pendidikan formal, 6 tahun untuk istirahat atau sakit, 7 tahun untuk liburan dan rekreasi. Sementara, 5 tahun waktu manusia habis untuk berkomunikasi, 4 tahun untuk makan, dan 3 tahun untuk melakukan persiapan semua aktivitas tersebut.
Tetapi pada perkembangan selanjutnya, manusia modern saat ini cenderung lebih banyak menghabiskan waktu untuk bekerja. Kecenderungan tersebut terjadi dikarenakan desakan era yang serba cepat dan persaingan yang ketat. Persepsi manusia terpola bahwa kehidupan akan lebih berarti jika setiap detik waktu dimanfaatkan hanya untuk bekerja. Tak ada jeda waktu istirahat dianggap lebih efektif, karena jeda waktu istirahat apalagi berlibur dianggap sebagai pemborosan, membosankan, merugikan, dan persepsi negatif lainnya.
Bagi saya, era yang menuntut kita bergerak serba cepat bukan berarti kita tak membutuhkan jeda waktu untuk istirahat. Manusia memerlukan waktu istirahat untuk mengumpulkan energi supaya dapat menjalankan tugas berikutnya dengan lebih baik. Pada kenyataannya memang saya rasakan bahwa waktu liburan membuat saya lebih segar sehingga bersemangat bekerja dan lebih produktif.
Contohnya liburan pada hari Lebaran tahun ini sengaja saya habiskan bersama keluarga. Kurang lebih 10 hari, saya juga melakukan pekerjaan yang biasa dilakukan para ibu rumah tangga, di antaranya membersihkan rumah, mencuci piring, membantu istri memasak, dan lain sebagainya. Sementara anak-anak saya memasak makanan favorit mereka. Ternyata mereka juga gemar membuat makanan dan es krim. Saya merasakan suasana dalam keluarga semakin mesra dan hangat.
Selama liburan kami benar-benar menikmati situasi yang berbeda. Kami sekeluarga melakukan berbagai aktivitas di luar rutinitas sehari-hari. Saya setiap pagi berolahraga, bermain bersama anak-anak, mengajak anak-anak bermain air di Waterbom Jakarta, nonton film, makan dan minum kopi di Starbucks. Liburan membuat kami memiliki kesempatan lebih banyak untuk beristirahat dan menyegarkan pikiran
Selama liburan saya juga mempunyai banyak waktu untuk menikmati film-film kesukaan. Banyak sekali manfaat yang saya dapatkan dari aktivitas tersebut, selain menghilangkan penat, saya pun memetik pelajaran hidup, motivasi, ide, ataupun inspirasi. Ternyata banyak nilai-nilai kehidupan yang penting, dan liburan membuat saya memiliki cukup waktu untuk introspeksi diri, belajar, memikirkan dan berusaha lebih baik di masa berikutnya.
Sementara itu, liburan membuat saya memiliki waktu untuk bersantai. Di saat seperti itu tiba-tiba saya kembali mengingat kenangan, kerabat dan teman yang telah lama terlupakan lantaran terlalu sibuk dengan berbagai aktivitas. Saat itulah saya mencoba menjalin kembali kominikasi. Alhasil terjalin lagi persahabatan dan terajut lagi kebahagiaan seperti yang telah kami lalui dulu.
Bagi saya, jeda waktu untuk beristirahat merupakan kesempatan yang luar biasa dalam proses perjalanan kehidupan ini. Saya menganggapnya penting, karena nilai sebuah kehidupan bukanlah sekadar mengejar materi melainkan pentingnya berhenti sejenak untuk menikmati keindahan, introspeksi, dan bersyukur. Sehingga pada tahap selanjutnya, semangat, efektivitas dan produktitas kerja kita meningkat.
Ternyata liburan juga memiliki banyak sekali manfaat unik yang tak hanya kami rasakan. Sudah banyak orang yang melakukan penelitian tentang manfaat liburan dan menyatakan manfaat liburan bagi kesehatan dan keuntungan-keuntungan lain yang bisa kita dapatkan. Salah satunya adalah Linda Hoopes dan John Lounsbury, peneliti Departemen Psikologi Universitas Tennessee, yang menyatakan bahwa kepuasan hidup akan meningkat setelah liburan.
Itulah mengapa liburan selalu menjadi saat yang ditunggu, bahkan banyak orang sengaja menjadwal liburan dalam periode waktu tertentu. Jika Anda merasa penat tidak bersemangat dan kurang produktif, segeralah merencanakan sebuah liburan. Semoga Anda mendapatkan semua manfaat liburan.[aho]
Kamis, 17 April 2008
PERTAPA MUDA DAN KEPITING

Perlahan-lahan, ia kemudian membuka matanya. Pertapa itu segera melihat ke arah tepi sungai di mana sumber suara tadi berasal. Ternyata, di sana tampak seekor kepiting yang sedang berusaha keras mengerahkan seluruh kemampuannya untuk meraih tepian sungai sehingga tidak hanyut oleh arus sungai yang deras.
Melihat hal itu, sang pertapa merasa kasihan. Karena itu, ia segera mengulurkan tangannya ke arah kepiting untuk membantunya. Melihat tangan terjulur, dengan sigap kepiting menjepit jari si pertapa muda. Meskipun jarinya terluka karena jepitan capit kepiting, tetapi hati pertapa itu puas karena bisa menyelamatkan si kepiting.
Kemudian, dia pun melanjutkan kembali pertapaannya. Belum lama bersila dan mulai memejamkan mata, terdengar lagi bunyi suara yang sama dari arah tepi sungai. Ternyata kepiting tadi mengalami kejadian yang sama. Maka, si pertapa muda kembali mengulurkan tangannya dan membiarkan jarinya dicapit oleh kepiting demi membantunya.
Selesai membantu untuk kali kedua, ternyata kepiting terseret arus lagi. Maka, pertapa itu menolongnya kembali sehingga jari tangannya makin membengkak karena jepitan capit kepiting.
Melihat kejadian itu, ada seorang tua yang kemudian datang menghampiri dan menegur si pertapa muda, "Anak muda, perbuatanmu menolong adalah cerminan hatimu yang baik. Tetapi, mengapa demi menolong seekor kepiting engkau membiarkan capit kepiting melukaimu hingga sobek seperti itu?"
"Paman, seekor kepiting memang menggunakan capitnya untuk memegang benda. Dan saya sedang melatih mengembangkan rasa belas kasih. Maka, saya tidak mempermasalahkan jari tangan ini terluka asalkan bisa menolong nyawa makhluk lain, walaupun itu hanya seekor kepiting," jawab si pertapa muda dengan kepuasan hati karena telah melatih sikap belas kasihnya dengan baik.
Mendengar jawaban si pertapa muda, kemudian orang tua itu memungut sebuah ranting. Ia lantas mengulurkan ranting ke arah kepiting yang terlihat kembali melawan arus sungai. Segera, si kepiting menangkap ranting itu dengan capitnya. "Lihat Anak Muda. Melatih mengembangkan sikap belas kasih memang baik, tetapi harus pula disertai dengan kebijaksanaan. Bila tujuan kita baik, yakni untuk menolong makhluk lain, bukankah tidak harus dengan cara mengorbankan diri sendiri. Ranting pun bisa kita manfaatkan, betul kan?"
Seketika itu, si pemuda tersadar. "Terima kasih, Paman. Hari ini saya belajar sesuatu. Mengembangkan cinta kasih harus disertai dengan kebijaksanaan. Di kemudian hari, saya akan selalu ingat kebijaksanaan yang Paman ajarkan."
Senin, 14 April 2008
Sertifikasi Guru 2008

Guru profesional dan bermartabat menjadi impian kita semua karena akan melahirkan anak bangsa yang cerdas, kritis, inovatif, demokratis, dan berakhlak. Guru profesional dan bermartabat memberikan teladan bagi terbentuknya kualitas sumber daya manusia yang kuat. Sertifikasi guru mendulang harapan agar terwujudnya impian tersebut. Perwujudan impian ini tidak seperti membalik talapak tangan. Karena itu, perlu kerja keras dan sinergi dari semua pihak yakni, pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dan guru.
Sertifikasi guru merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas guru sehingga pembelajaran di sekolah menjadi berkualitas. Peningkatan program lain yaitu; peningkatan kualifikasi akademik guru menjadi S1/D4, peningkatan kompetensi guru, pembinaan karir guru, pemberian tunjangan guru, pemberian maslahat tambahan, penghargaan, dan perlindungan guru.
Sertifikasi guru melalui uji kompetensi memperhitungkan pengalaman profesionalitas guru, melalui penilaian portofolio guru. Sepuluh komponen portofolio guru akan dinilai oleh perguruan tinggi penyelenggara sertifikasi guru. Bagi guru yang belum memenuhi batas minimal lolos, akan mengikuti pendidikan dan pelatihan hingga guru dapat menguasai kompetensi guru.
Mari kita sukseskan pelaksanaan sertifikasi guru yang jujur dan adil. http://www.sertifikasiguru.org
MENGAPA MASIH BEKERJA?

”Sejumlah orang berhasrat besar untuk menjadi kaya raya agar bisa mengalami kebebasan finansial, tidak lagi harus bekerja untuk menafkahi hidup keluarganya. Mereka ingin berhenti bekerja, kalau mungkin pensiun dalam usia muda. Lalu, mengapa sejumlah orang yang sudah sangat kaya justru masih rajin bekerja keras?” tanya saya kepada sejumlah kawan.
”Mungkin karena mereka belum merasa cukup kaya,” kata Iin.
”Atau mereka menjadi semakin serakah,” jawab Toni.
”Yah sekadar mengisi waktu saja,” kata Herlina.
”Yang saya tahu kebanyakan orang kaya memang tetap bekerja keras,” ujar Didi.
”Boleh jadi mereka sudah kecanduan kerja, workhaholic,” jelas Diah.
”Karena hanya dunia kerja yang mereka kenal,” kata Rudy.
”Kerja itu kan bisa diniatkan untuk ibadah juga,” gagas Yuyun.
”Mungkin itu justru ciri khas orang kaya yang sesungguhnya,” ujar Lilik.
”Saya kira, kalau sudah kaya raya tapi tetap rajin bekerja keras, itu terkait dengan etos kerja mereka. Mereka merasa pekerjaannya sebagai rahmat, cocok dengan panggilan hidupnya, dan bekerja itu nikmat bagi mereka,” papar Dewi.
”Lagi pula kalau tidak bekerja, lalu ngapain?” kata Indra.
***
Charles Schwab, tokoh legendaris dalam industri baja di Amerika Serikat, pernah mengatakan, ”Barangsiapa yang tidak bekerja demi cintanya pada pekerjaan itu, melainkan hanya untuk mendapatkan uang semata, maka pekerjaan itu tidak akan menghasilkan uang ataupun kebahagiaan dalam hidupnya.” Ia mungkin benar. Berbagai studi mengenai orang kaya menunjukkan bahwa kebanyakan orang kaya memilih pekerjaan yang disukai dan dicintainya. Walau awal keterlibatan mereka dalam pekerjaan atau bisnis tersebut bisa juga karena ”terpaksa” atau ”kebetulan”, tetapi kemudian mereka mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap bisnis dan pekerjaannya itu. Hal ini membuat mereka bertahan mengerjakan bisnis atau pekerjaan yang sama selama bertahun-tahun, mempelajarinya dengan saksama, sehingga menjadi ahli dalam soal tersebut.
Seperti pengalaman Martin J. Grunder, Jr seorang pebisnis di Dayton, Ohio, Amerika. Sejak remaja ia sangat tertarik pada soal memotong rumput dan menata pekarangan belakang rumah orangtua dan kerabatnya di Ohio Selatan. Lalu, ketika mulai kuliah, ia memutuskan untuk mendirikan perusahaan pertamanya Grunder Landscaping Company. Modalnya waktu itu adalah sebuah mesin pemotong rumput seharga 25 dolar AS yang dibeli dari toko loak (barang bekas). Selama lima tahun pertama, usahanya tidak mengalami perkembangan yang berarti, bahkan akuntannya menyarankan agar ia menutup saja usaha tersebut. Tetapi, Grunder maju terus. Pada tahun terakhir kuliahnya, perusahaan Grunder telah bernilai 300.000 dolar dan kisahnya dimuat di The New York Times. Dan, pada tahun 2003 Grunder Landscaping memiliki lebih dari 40 pegawai profesional dengan omzet tahunan 3 juta dolar. Ia menerima tak kurang dari 30 penghargaan lokal maupun nasional atas usaha yang dilakukannya. Dan yang paling menarik adalah ia dengan tegas mengatakan, ”... saya sangat mencintai pekerjaan saya, dan saya tak keberatan untuk bangun setiap pagi dan berangkat bekerja. ..., saya selalu mencintai pekerjaan saya. Yang saya lakukan adalah hal-hal yang memang saya cintai, jadi mudah bagi saya untuk maju.”
Memilih untuk melakukan apa yang memang disukainya, itulah benang merah yang juga akan kita temukan ketika membaca riwayat hidup orang-orang super kaya dari industri dotcom, seperti Bill Gates, Larry Allison, Jeff Bezos, Steve Jobs, dan Michael Dell. Mereka mencintai apa yang mereka kerjakan, dan karena itu mereka mengerjakan dengan gegap gempita. Halangan dan hambatan justru menjadi pemicu gairah, menjadi tantangan yang mengundang untuk ditaklukkan. Antara ”bekerja” dengan ”bermain” menjadi sulit dibedakan. Namun, yang juga sangat penting adalah mereka bisa membuat pekerjaan yang disukainya itu mendatangkan keuntungan dan penghasilan yang luar biasa bagi dirinya. http://www.pembelajar.com